Rabu, 14 Desember 2011

.Hanya Harapan.

Mewujudkan harapan Tidak segampang membalikan telapak tangan. Tidak segampang kita berkata ataupun mengedipkan mata. Sering kali seseorang seperti aku, kamu, dia, kita, mereka, kami berharap sesuatu yg indah tapi sering kali pula harapan itu tidak berjalan sesuainya, walaupun dibarengi dengan usaha dan usaha..
 

Sedih, gelisah, cemas, kecewa dan semua rasa tdk mengenakan mulai berdatangan disaat harapan itu lenyap perlahan dan pergi tak berarti apapun. Aku ingin tetap berharap.. Ingin! tapi aku takut dengan rasa itu..

Takut akan kekecewaan.
Takut akan kesedihan.
Takut akan kegelisaan.
Takut akan kecemasan.
Takut akan rasa tidak mengenakan.

Bagaimana aku bisa berharap tanpa rasa itu.. 
Bagamana? *bertanya pada diri*
Ini selalu jadi pertanyaan buatku. buat diriku dan hatiku.

Apa yg harus aku lakukan?
Apa aku harus trz Melawan dan melawan rasa takut ini, 
yg aku yakin akan menjadi gunung dimana dia siap menyemburkan api kapanpun.
Atau aku harus diam tanpa berharap. diam tanpa melakukan apapun.
Ohh.. Tidak! Aku ingin tetap berharap.. Ingin!
Berharap pada diri dan berharap pada tuhan.
Aku ingin tetap berharap tanpa rasa itu.. Ingin!
Tapi bagaimana.......


Senin, 12 Desember 2011

Dalam Jiwa

Setiap orang memiliki pemikiran dan perlakuan yang berbeda. setiap kepala memiliki apa yang dia inginkan dan apa yang dia harapkan. Itu sudah menjadi hak setiap orang. Namun, ada satu yang saya pikir harus sama. JIWA. Jiwa yang positif, baik, jujur, saling menghargai antar sesama, dan tulus apa adanya. mungkin dunia, bangsa, negara, keluarga, atau yang terkecil diri sendiri menjadi damai. karena kedamaian hanya ada di JIWA. seperti quotes ini...

"Jika jiwa memiliki cahaya,
Akan ada keindahan dalam diri manusia.
Jika keindahan ada dalam diri manusia,
Akan ada harmoni dalam rumah tangga.
Jika ada harmoni dalam rumah tangga,
Akan ada ketentraman dalam negara.
Jika ada ketentraman dalam negara,
Akan ada kedamaian di dunia."
by: Pribahasa Cina
Dan sesuatu akan jatuh dengan indah jika kita melakukan sesuatu dgn hati yg tulus.. namun, ini semua hanya harapan atau quotes belaka. MUNGKIN. tapi saya berharap TIDAK.

Minggu, 11 Desember 2011

semua ada saatnya

Setiap apa yang saya, dia, kamu, mereka, dan semua lakukan atau terjadi adalah sebuah fase dimana itu akan terjadi, dimana itu akan dialami, dirasakan dan mungkin dinikmati....
mau hitungan detik, menit, jam, hari, bulan atau tahuuun sekalipun..
dan setiap manusia pasti mengalami saat-saat bertemu, saat-saat berpisah
saat-saat tertawa, saat-saat sedih
saatnya diatas, saatnya dibawah
saatnya mencintai, saatnya dicintai
saatnya disakiti, saatnya menyakiti
saatnya membenci, saatnya egois
saatnya jahat, saatnya baik
saatnya untuk sehat, saatnya untuk sakit
saatnya bosan, saatnya senang
saatnya untuk melepas, saatnya untuk bertahan
saatnya untuk curiga, saatnya untuk jujur bahkan berbohong
saatnya kita lupa dan saatnya kita ingat
banyak saat-saat lain yang akan kita alami dalam kehidupan saya, dia, kamu bahkan mereka...


saya berpikir, setiap saat yang saya alami memang tidak begitu saja bisa saya, dia, kamu bahkan mereka terima bila tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
namun, setelah saat-saat itu datang terus menerus silih berganti, sayapun berpikir.. mungkin memang semua yang terjadi itu ada saatnya.. saat dimana kita kan belajar menjadi orang yang bijaksana (walaupun terkadang sulit), namun keadaan saat menuntut kita untuk itu. *mungkin hanya pikiran saya.
bijaksana.....
yah, tepat.. kata bijaksana paling tepat untuk melebur kata saat ini...
semua saat yang ada bisa kita jadikan hal yang baik dengan si bijaksana ini...
ntah apa yang ada pada isi kepala saya malam ini, tiba2 terlintas banyak saat, saat, dan saat... apa ini hanya karena saya tidak bisa tertidur dan berpikir yang tidak tentu?? tapi, hati kecil saya sangat keras menaungkan kata saat di kepala saya.. seperti suatu suruhan, atau mungkin suatu keharusan saya harus berpikir bahwa semua saat yang saya alami (terutama), bisa di bijaksanakan...
mudah-mudahan...


beberapa hari saya lalui di kota ini, membuat saya banyak berpikir akan saat-saat ini, mungkin sudah ada sejak lama bergelut di otak saya, namun, saya baru sadar saat ini kalau kita memang harus bijaksana..
saya merasa sekali, saat pertama menginjakkan kaki di jogja, apakah saya akan betah, apakah saya akan senang, apakah saya akan sehat, apakah saya akan berada disaat-saat yang saya tidak inginkan... namun, semua saya alami, hampir semua saat saya alami hampir dua bulan disini...
awalnya setiap saat yang saya alami, saya selalu mengeluh dan mengeluh.. dan fatalnya ada saat dimana saya marah namun tidak bisa saya torehkan kepada siapapun kemarahan itu... dan di face ini saya akhirnya berpikir, mungkin ini, dimana ada saatnya kita berpikir bagaimana kelanjutannya nanti si saat ini seperti saat bila bla bla bla.....


sudah tidak jelas isi pikiran saya tentang saat.. abstrak!
namun, saya pasti akan merindukan kota ini. kota dimana saya bisa yakin dengan pikiran saya soal 'saat'....


(jogja, 23-10-09)




...