Mewujudkan harapan Tidak segampang membalikan telapak tangan. Tidak segampang kita berkata ataupun mengedipkan mata. Sering
kali seseorang seperti aku, kamu, dia, kita, mereka, kami berharap
sesuatu yg indah tapi sering kali pula harapan itu tidak berjalan
sesuainya, walaupun dibarengi dengan usaha dan usaha..
Sedih, gelisah, cemas, kecewa dan semua rasa tdk mengenakan mulai berdatangan disaat harapan itu lenyap perlahan dan pergi tak berarti apapun. Aku ingin tetap berharap.. Ingin! tapi aku takut dengan rasa itu..
Sedih, gelisah, cemas, kecewa dan semua rasa tdk mengenakan mulai berdatangan disaat harapan itu lenyap perlahan dan pergi tak berarti apapun. Aku ingin tetap berharap.. Ingin! tapi aku takut dengan rasa itu..
Takut akan kekecewaan.
Takut akan kesedihan.
Takut akan kegelisaan.
Takut akan kecemasan.
Takut akan rasa tidak mengenakan.
Bagaimana aku bisa berharap tanpa rasa itu..
Bagamana? *bertanya pada diri*
Ini selalu jadi pertanyaan buatku. buat diriku dan hatiku.
Apa yg harus aku lakukan?
Apa aku harus trz Melawan dan melawan rasa takut ini,
yg aku yakin akan menjadi gunung dimana dia siap menyemburkan api kapanpun.
Atau aku harus diam tanpa berharap. diam tanpa melakukan apapun.
Ohh.. Tidak! Aku ingin tetap berharap.. Ingin!
Berharap pada diri dan berharap pada tuhan.
Aku ingin tetap berharap tanpa rasa itu.. Ingin!
Tapi bagaimana.......
Bagamana? *bertanya pada diri*
Ini selalu jadi pertanyaan buatku. buat diriku dan hatiku.
Apa yg harus aku lakukan?
Apa aku harus trz Melawan dan melawan rasa takut ini,
yg aku yakin akan menjadi gunung dimana dia siap menyemburkan api kapanpun.
Atau aku harus diam tanpa berharap. diam tanpa melakukan apapun.
Ohh.. Tidak! Aku ingin tetap berharap.. Ingin!
Berharap pada diri dan berharap pada tuhan.
Aku ingin tetap berharap tanpa rasa itu.. Ingin!
Tapi bagaimana.......